Transisi Energi Terbarukan – Menuju Lingkungan yang Berkeadilan di ASEAN

Penulis

  • Abdul Razak Bin Abdul Hadi Scopus ID: 55085795300, Universiti Kuala Lumpur Business School, Malaysia
  • Ariyono Setiawan
  • Eddy Yap Tat Hiung
  • Erwin Faller

DOI:

https://doi.org/10.35590/jeb.v13i1.14778

Abstrak

Tujuan

Kami meneliti bagaimana transisi energi terbarukan, ketergantungan energi, dan penggunaan energi memengaruhi pertumbuhan ekonomi di lima negara industri ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei, Thailand, Filipina, dan Vietnam selama periode 1990 hingga 2022. Tujuannya adalah untuk mengukur dampak transisi energi terbarukan terhadap PDB per kapita di keenam negara ini menggunakan pemodelan data panel.

Kerangka Teoretis

Berlandaskan pada hubungan energi-pertumbuhan, studi kami mengeksplorasi bagaimana berbagai tingkat penetrasi energi terbarukan dan ketergantungan energi fosil dapat membentuk hasil ekonomi jangka panjang. Kami melakukan analisis dalam kerangka teori transisi keberlanjutan energi, menyoroti perbedaan di antara enam negara anggota ASEAN.

Metode

Kami menggunakan perangkat lunak big data SAS untuk melakukan regresi data panel statis dengan pembaruan waktu nyata dari Data Terbuka Bank Dunia. Model kami mencakup estimasi OLS gabungan, efek acak, dan efek tetap untuk mengukur hubungan hipotetis antara penggunaan energi (kg), impor bersih energi (%), output energi terbarukan (%), dan PDB per kapita (USD).

 

Hasil dan Diskusi

Analisis kami menunjukkan bahwa penggunaan energi (EU) secara positif memengaruhi PDB per kapita dengan koefisien yang kuat dan signifikan secara statistik (β = 4,29, p < 0,0001). Impor energi bersih (ENI) juga memberikan kontribusi positif (β = 5,50, p = 0,0014). Secara khusus, output energi terbarukan (REO) menunjukkan hubungan positif yang signifikan pada tingkat 10 persen di bawah model efek tetap (β = 48,95, p = 0,0807). Pengamatan lebih dekat mengungkapkan bahwa Vietnam dan Filipina memimpin dalam merangkul transisi energi terbarukan, sementara Brunei tertinggal dengan REO mendekati nol. Temuan ini mungkin mencerminkan inersia kebijakan dan investasi energi yang tidak merata di berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.

Implikasi Penelitian dan Orisinalitas/Nilai

Temuan kami berkontribusi pada desain kebijakan dan penyempurnaan teori dengan mengungkapkan bagaimana pengembangan energi bersih memengaruhi pertumbuhan ekonomi inklusif. Keunikan penelitian ini terletak pada penggunaan ekonometrika panel yang terintegrasi dengan analitik big data real-time, menawarkan model yang dapat direplikasi untuk pemantauan energi di wilayah berkembang. Studi ini juga memberikan wawasan yang tepat sasaran kepada para pembuat kebijakan ASEAN untuk mempercepat transisi energi bersih melalui tata kelola berbasis data.

 

Kata kunci: Ekonomi industri ASEAN, analitik big data, lingkungan yang adil, regresi data panel, transisi energi terbarukan

Biografi Penulis

Abdul Razak Bin Abdul Hadi, Scopus ID: 55085795300, Universiti Kuala Lumpur Business School, Malaysia

Scopus ID: 42860951600

Google Scholar: Abdul Razak Bin Abdul Hadi

ORCID ID: 0000-0002-0233-6208

Diterbitkan

2026-08-18

Cara Mengutip

Hadi, A. R. B. A., Ariyono Setiawan, Eddy Yap Tat Hiung, & Erwin Faller. (2026). Transisi Energi Terbarukan – Menuju Lingkungan yang Berkeadilan di ASEAN. Ekonomi Dan Bisnis, 13(1), 145–159. https://doi.org/10.35590/jeb.v13i1.14778