Analisis Paparan Timbal (Pb) pada Pekerja Bengkel Informal Berbasis Biomarker Rambut: Kajian Literatur

Penulis

  • Salsabila Azzahra Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta
  • Bebby Shandra Caecarya Akbar Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta
  • Giska Dwi Sari Febriyani Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta
  • Lazika Nazwa Tiara Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta
  • Helwa Rachman Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta
  • Ismi Farah Syarifah Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta

Abstrak

Latar Belakang: Bengkel otomotif termasuk sektor informal yang sering beroperasi tanpa pengawasan kesehatan kerja yang memadai. Pekerjanya memiliki risiko terpapar timbal yang berasal dari debu, cat, proses pengecatan kendaraan, pengelasan, serta emisi gas buang. Timbal merupakan logam toksik yang dapat masuk ke tubuh melalui inhalasi, ingesti, maupun kontak kulit, kemudian terakumulasi dalam darah, jaringan lunak, rambut, dan tulang. Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar timbal pada rambut pekerja bengkel informal di Indonesia sebagai biomarker paparan logam berat.

Metode: Penelitian ini merupakan studi kepustakaan yang menelaah berbagai penelitian mengenai paparan timbal pada pekerja bengkel informal melalui pemeriksaan rambut. Analisis dilakukan menggunakan kerangka PECO, kemudian dibandingkan secara deskriptif untuk menggambarkan tingkat paparan timbal dan potensi risiko kesehatannya

Hasil: Kajian menunjukkan bahwa pekerja bengkel informal di Indonesia konsisten mengalami paparan timbal yang terdeteksi melalui biomarker rambut. Lima penelitian yang dianalisis mengonfirmasi akumulasi timbal akibat paparan kronis dari debu, asap pengelasan, emisi kendaraan, dan residu bahan kerja. Tingkat paparan dipengaruhi usia, lama bekerja, serta penggunaan alat pelindung diri. Secara umum, pekerja dengan durasi paparan lebih panjang menunjukkan peningkatan akumulasi timbal. Dampak paparan meliputi gangguan pembentukan darah, penurunan fungsi saraf, kerusakan ginjal, hingga gangguan reproduksi.

Kesimpulan: Pekerja bengkel informal memiliki risiko tinggi terpapar timbal dari lingkungan kerjanya. Akumulasi meningkat seiring masa kerja dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang. Penguatan regulasi, peningkatan edukasi terkait APD, serta pemantauan rutin dan pengelolaan lingkungan kerja diperlukan untuk meminimalkan risiko tersebut

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-17

Cara Mengutip

Salsabila Azzahra, Bebby Shandra Caecarya Akbar, Giska Dwi Sari Febriyani, Lazika Nazwa Tiara, Helwa Rachman, & Ismi Farah Syarifah. (2026). Analisis Paparan Timbal (Pb) pada Pekerja Bengkel Informal Berbasis Biomarker Rambut: Kajian Literatur . Health Safety Environment, 5(1), 199–207. Diambil dari https://ejournal.upnvj.ac.id/HSE/article/view/13961