PENGARUH STIMULASI ENGKLEK TERHADAP MOTORIK KASAR DAN EMOSIONAL ANAK PRASEKOLAH

Penulis

  • Rista Apriana Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Gorontalo
  • Lusiane Adam Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Gorontalo
  • Khairunnisa Dali Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.52020/jkwgi.v10i2.14995

Abstrak

Latar belakang : Saat ini Gorontalo sedang menghadapi fenomena double burden of malnutrition di mana kasus kekurangan dan kelebihan gizi terjadi secara bersamaan. Gangguan status gizi dapat berpengaruh terhadap optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan anak baik secara kognitif, motorik maupun emosional. Di era digital saat ini, permainan tradisional dapat menjadi penyeimbang (counter-balance) terhadap dampak negatif paparan gawai (screen time) yang berlebihan pada anak. Stimulasi permainan tradisional Engklek bergambar bukan sekadar sarana hiburan, melainkan instrumen stimulasi holistik yang menyentuh seluruh aspek perkembangan anak terutama motorik kasar dan emosional. Tujuan : Mengetahui pengaruh stimulasi permainan tradisional engklek bergambar terhadap perkembangan motorik kasar dan emosional anak usia prasekolah. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi-Eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Dalam desain ini, pengukuran dilakukan sebanyak dua kali terhadap satu kelompok sampel tunggal, yaitu sebelum diberikan intervensi permainan tradisonal engklek bergambar (pre-test) dan setelah intervensi selesai diberikan (post-test). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 4- 6 tahun di TK ABA Gorontalo. Sampel 30 anak usia prasekolah. Menggunakan teknik Purposive Sampling. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur menggunakan lembar penilaian yang mengacu pada Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) yang memiliki 4 indikator dengan skala likert 1-4 untuk masing-masing perkembangan motorik kasar dan emosional. Prosedur penelitian 30 anak diberikan intervensi berupa permainan engklek yang petak-petaknya dimodifikasi dengan gambar menarik. Permainan diberikan selama 3 kali, dengan durasi waktu 30-45 menit setiap sesi diberikan dalam waktu 10-12 sesi selama 1 bulan. Data terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan lalu dilanjutkan dengan Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon.  Hasil : Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p= 0,00 < 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa permainan tradisional engklek bergambar berpengaruh secara signifikan terhadap perkembangan motorik kasar anak usia prasekolah. Sama halnya dengan motoric kasar, hasil pengujian pada aspek emosional menghasilkan nilai p = 0,00 Hal ini membuktikan bahwa permainan tradisional engklek bergambar berpengaruh secara signifikan terhadap perkembangan emosional anak usia prasekolah. Kesimpulan : sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Permainan tradisional engklek bergambar terhadap perkembangan motoric kasar dan emosional.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-08