Studi Epidemiologi Deskriptif Pasien Diabetes Melitus dan Gagal Ginjal Kronik Berdasarkan Data Rekam Medik di RSUD Kab. Konawe Selatan

Penulis

  • Sri Susanty Fakultas Kedokteran, Universitas Halu Oleo
  • Asriati Asriati Departemen Epidemiologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Halu Oleo
  • Sitti Syaqinah Rahmatiah MZ Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo
  • Wa Ode Syamsara Sariwaty Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo
  • Adelia Putri Rahayu Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo
  • Rizkita Nur Ainun Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.52020/jkwgi.v10i2.14156

Abstrak

Pendahuluan: Penyakit tidak menular seperti Diabetes Melitus (DM) dan Gagal Ginjal Kronis (GGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat serta hubungan kausal yang erat, di mana DM menjadi faktor risiko utama GGK. Namun, kajian epidemiologi yang mengintegrasikan kedua penyakit berdasarkan pendekatan orang, tempat, dan waktu pada tingkat layanan kesehatan daerah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran epidemiologi deskriptif pasien DM dan GGK di RSUD Kabupaten Konawe Selatan. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan epidemiologi deskriptif (person, place, time) berdasarkan data sekunder rekam medis pasien. Variabel yang dianalisis meliputi jenis kelamin, usia, pekerjaan, suku bangsa, dan waktu kunjungan. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien di RSUD Kabupaten Konawe Selatan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien DM lebih banyak berjenis kelamin perempuan (54%), sedangkan pasien GGK lebih banyak berjenis kelamin laki-laki (54%). Berdasarkan kelompok usia, kedua penyakit paling banyak ditemukan pada usia 40–59 tahun (43% pada DM dan 63% pada GGK). Berdasarkan pekerjaan, Ibu Rumah Tangga (IRT) merupakan kelompok terbanyak pada kedua penyakit (40% pada DM dan 43% pada GGK). Berdasarkan suku bangsa, suku Tolaki mendominasi pada kedua kelompok (34% pada DM dan 37% pada GGK). Berdasarkan waktu kunjungan, kasus DM tertinggi terjadi pada bulan Desember (14,3%) dan terendah pada bulan April (2,9%), sedangkan kasus GGK tertinggi pada bulan Agustus (14,3%) dan terendah pada bulan November (2,9%). Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa DM dan GGK lebih banyak terjadi pada usia produktif dengan variasi distribusi berdasarkan faktor sosiodemografi dan waktu. Diperlukan upaya pencegahan komprehensif melalui deteksi dini, edukasi kesehatan, dan pengendalian faktor risiko berbasis komunitas.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-08