KORELASI SANKSI DAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT

Penulis

  • Erwin Silitonga Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara
  • Novita Aryani Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara
  • Edriyani Yonlafado Simanjuntak Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara
  • Estovani Jesica Titania Saragi Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara

DOI:

https://doi.org/10.52020/jkwgi.v10i2.14148

Abstrak

Pemberian sanksi pada perawat bertujuan untuk meningkatkan motivasi kerja perawat sehingga seorang perawat akan maksimal dalam bekerja. Sanksi dimunculkan bagi seorang perawat yang melakukan kesalahan dan pelanggaran agar termotivasi untuk menghentikan perilaku menyimpang dan mengarahkan pada perilaku positif. Sanksi juga diberikan kepada perawat guna mendisplinkan para perawat dalam melakukan pekerjaannya. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui hubungan sanksi dengan motivasi kerja perawat di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah anaitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam yanng berjumlah 31 orang yang telah lulus masa training. Alat pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan sanksi pada perawat adalah ragu-ragu sebanyak 41,4% dan motivasi pada perawat adalah cukup sebanyak 41,9%. Berdasarkan hasil uji statistik Spearman Rank diperoleh p value = 0,000 (p<0,05) yang berarti bahwa ada hubungan sanksi dengan motivasi kerja perawat dengan nilai correlation coefficient sebesar 0,491 memiliki kekuatan hubungan yang sedang. Disarankan kepada perawat untuk meningkatkan motivasi guna menghindari sanksi dari pihak manajemen rumah sakit dan lebih displin daldm melakukan pekerjaan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-08