HUBUNGAN FEAR OF MISSING OUT (FOMO) TERHADAP KECEMASAN DAN PENERIMAAN SOSIAL PADA REMAJA

Penulis

  • Devina Alfiah Sutanti Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, Indonesia
  • Evin Novianti Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, Indonesia
  • Duma Lumban Tobing Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, Indonesia
  • Raphita Diorarta Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52020/jkwgi.v10i2.14128

Abstrak

FoMO, kecemasan, dan penerimaan sosial merupakan aspek yang saling berkaitan dengan pengalaman perkembangan remaja di tengah penggunaan media digital. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan FoMO dengan tingkat kecemasan dan penerimaan sosial pada remaja. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 356 siswa dari SMA Negeri 62, SMA Negeri 51, dan SMA Negeri 58 Jakarta Timur dipilih melalui stratified random sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan Fear of Missing Out Scale-12 (FoMO-12), Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS), dan Adolescent Multidimensional Social Competence Questionnaire (AMSC-Q). Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan Pearson Chi-square. Sebagian besar responden memiliki FoMO sedang–tinggi (93,3%) dan 51,4% berada pada kategori kecemasan berat–kepanikan. Analisis menunjukkan adanya hubungan antara FoMO dan kecemasan (χ² = 12,432; p < 0,001), sedangkan hubungan FoMO dengan penerimaan sosial tidak signifikan (χ² = 1,756; p = 0,185). Hasil ini menunjukkan bahwa FoMO berkaitan dengan tingkat kecemasan, tetapi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dengan penerimaan sosial pada responden penelitian.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-08