MANAJEMEN NYERI BAYI PREMATUR: ANALISIS PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT NICU

Penulis

  • Reisy Tane Fakultas Keperawatan, Universitas Sumatera Utara
  • Ikhsanuddin Ahmad Harahap Fakultas Keperawatan, Universitas Sumatera Utara
  • Farida Linda Sari Siregar Fakultas Keperawatan, Universitas Sumatera Utara
  • Azwar Azwar Program Studi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Abstrak

Nyeri pada bayi prematur sering kali belum tertangani secara optimal di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Perawat memiliki peran sentral dalam asesmen dan manajemen nyeri, sehingga pengetahuan dan sikap perawat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengelolaan nyeri neonatal. Penelitian ini bertujuan menganalisis gambaran pengetahuan dan sikap perawat NICU terhadap manajemen nyeri bayi prematur. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel berjumlah 22 perawat NICU yang dipilih secara total sampling dari beberapa rumah sakit di Kota Medan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap mengenai manajemen nyeri bayi prematur, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menemukan sebagian besar responden berpendidikan Ners dan berada pada kelompok usia dewasa. Tingkat pengetahuan perawat mayoritas berada pada kategori cukup, dengan skor terendah pada aspek penggunaan skala asesmen nyeri dan intervensi nonfarmakologis. Sikap perawat secara umum berada pada kategori positif, menunjukkan dukungan yang baik terhadap pentingnya pengelolaan nyeri pada bayi prematur. Perawat NICU telah memiliki sikap positif terhadap manajemen nyeri, namun pengetahuan masih perlu ditingkatkan agar praktik yang diberikan lebih berbasis bukti. Diperlukan pelatihan terstruktur, penerapan skala nyeri terstandar, serta evaluasi berkala untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan neonatal.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-16