HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN BALITA 24–36 BULAN

Penulis

  • Indah Permatasari Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta https://orcid.org/0000-0001-6157-927X
  • Nurul Madina Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Abstrak

Status gizi merupakan gambaran seberapa baik tubuh menggunakan dan menyerap zat gizi untuk memenuhi kebutuhannya. Kekurangan gizi akan menyebabkan keterlambatan tumbuh kembang pada anak. Tujuan peelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya hubungan status gizi dengan perkembangan anak usia 24-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jatijajar Kota Depok.

Metode: Penelitian ini adalah jenis penelitian uantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 86 responden dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) dan pengukuran status gizi. Hasil penelitian ini menunjukan anak dengan status gizi normal mayoritas anak 76,7% atau 66 responden memiliki perkembangan yang sesuai dan anak dengan status gizi kurus sebagian besar anak 5,8% atau 5 responden memiliki perkembangan yang meragukan. Hasil uji korelasi spearman rank didapatkan nilai P-Value sebesar 0.009 yang artinya Ha diterima. Simpulan: Kesimpulan pada penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan perkembangan anak usia 24-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jatijajar Kota Depok. Untuk  institusi kesehatan dapat memberikan program pelatihan bulanan pada tenaga kesehatan tentang stimulasi perkembangan anak, mengadakan program edukasi bagi orang tua baru tentang pentingnya pola makan sehat dan pemeriksaan status gizi setiap bulan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-16