RELATIONSHIP BETWEEN INTERDIALYTIC WEIGHT GAIN (IDWG) AND FATIGUE LEVELS WITH DIALYSIS ADEQUACY IN CHRONIC KIDNEY FAILURE PATIENTS UNDERGOING HEMODIALYSIS

Penulis

  • Santi Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta https://orcid.org/0000-0002-8314-2770
  • Meisya Tri Utami Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta

Abstrak

Hemodialisis merupakan terapi penggantian ginjal yang paling banyak digunakan di Indonesia. Komplikasi yang dapat terjadi selama hemodialisis meliputi peningkatan berat badan antara dua sesi dialisis (interdialisis) dan kejadian kelelahan selama proses dialisis (intradialisis). Keefektifan terapi hemodialisis dapat dievaluasi melalui perhitungan adekuasi dialisis Kt/V, yaitu rasio klirens ureum terhadap volume distribusi ureum. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan interdialytic weight gain (IDWG) dan tingkat kelelahan terhadap adekuasi dialisis pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Pusat Pertamina. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 90 responden. Data IDWG dan Kt/V dikumpulkan melalui lembar observasi sedangkan data tingkat kelelahan menggunakan kuesioner Piper Fatigue Scale (PFS). Analisis statistik yang digunakan yaitu korelasi Spearmann, Pearson, dan one-way Anova. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara IDWG dan adekuasi dialisis (p-value 0,008) dengan koefisien Pearson (r=0,278), yang menunjukkan kekuatan hubungan sedang dan berpola positif. Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara tingkat kelelahan dan adekuasi dialisis (p-value 0,151). Selain itu, ditemukan hubungan pada faktor confounding seperti durasi dialisis, kecepatan aliran darah, dan ultrafiltrasi terhadap adekuasi dialisis (p-value 0,001; 0,003; 0,006). Disarankan bagi pasien hemodialisis untuk menjaga kenaikan berat badannya guna mencegah komplikasi yang dapat mempengaruhi keadekuatan proses hemodialisis.

Diterbitkan

2025-12-31