DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD Dr. R. KOESMA TUBAN

Penulis

  • Yasin Wahyurianto Prodi DIII Keperawatan Tuban, Poltekkes Kemenkes Surabaya
  • Teresia Retna Puspita Dewi Prodi DIII Keperawatan Tuban, Poltekkes Kemenkes Surabaya
  • Roudlotul Jannah Prodi DIII Keperawatan Tuban, Poltekkes Kemenkes Surabaya

Abstrak

Pasien yang mengalami gagal ginjal kronik dengan Hemodialisis menjalani terapi dalam jangka waktu yang lama berdampak pada kehidupan pasien. Kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis perlu diteliti, karena masalah kualitas hidup menjadi hal yang sangat penting dalam pelayanan pengobatan yang ditujukan sepenuhnya kepada pasien. Survei awal dibulan Mei 2024 di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. R Koesma Tuban didapatkan 29 (22%) pasien tanpa pendamping keluarganya. Dukungan keluarga pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani `hemodialisis merupakan support sistim penting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Desain penelitian analitik korelasional. Sampel penelitian sebanyak 70 pasien, diambil dengan total sampling. Instrumen menggunakan WHOQOL dan kuesioner dukungan keluarga yang dikembangkan oleh Marbun (2017). Data dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian didapatkan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis hampir setengahnya berusia 46-55 tahun, sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, hampir setengahnya tingkat pendidikan SLTA, sebagian besar tidak bekerja dan hampir setengahnya menjalani hemodialisis 1-3 tahun. Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis seluruhnya mendapatkan dukungan keluarga baik dan memiliki kualitas hidup sangat baik. Tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis (p = 0,483). Simpulannya dukungan keluarga dalam penelitian ini tidak terbukti berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup pasien. Kualitas hidup pasien GGK merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang kompleks, terutama faktor klinis dan pengelolaan penyakit. Dukungan keluarga tetap memiliki peran penting dalam membantu pasien menjalani terapi dan memberikan dukungan emosional, namun kualitas hidup pasien lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi kesehatan fisik, tingkat keparahan penyakit, kepatuhan terhadap terapi, serta akses terhadap layanan kesehatan yang memadai.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-16