Socio-Economic Determinants of Individual Muslim Zakat Payment Behavior in Indonesia

Authors

  • Hapid Durohman Universitas Padjadjaran
  • Fajar Adrian Sutisna UIN Sunan Gunung Djati
  • Muhammad Yuka Anugrah Universitas Padjadjaran

DOI:

https://doi.org/10.47700/jiefes.v4i2.6715

Keywords:

Determ, IFLS, Socio-Economic Status, Zakat

Abstract

Zakat is one of the pillars of Islam and holds significant potential in Indonesia. However, the amount of zakat collected remains far below its potential. This disparity arises because many Muslims neglect zakat payment and perceive it as less important. Therefore, it is crucial to understand the socio-economic behaviors and factors influencing individual decisions to pay zakat. This research aims to investigate the determinants of socio-economic factors on individual zakat behavior. The data utilized is sourced from the Indonesian Family Life Survey (IFLS) conducted in 2014, focusing on individuals aged 15 and above. The study employs probit regression methodology to examine individual decisions regarding zakat payments, utilizing STATA 17 for analysis. The research findings statistically indicate that individuals with higher socio-economic status have a greater likelihood of paying zakat. This is evident from socio-economic variables, including gender, household size, age, home ownership, loans, years of schooling, income, religiosity, and occupation, all significantly influencing individual decisions to contribute to zakat. However, variables such as place of residence and marital status do not significantly affect individuals' decisions to pay zakat. Therefore, socio-economic factors play a crucial role in formulating strategies to enhance zakat fund collection. Zakat institutions can refer to socio-economic research to determine their strategies for maximizing the significant zakat potential in Indonesia. For instance, by targeting income levels, zakat institutions can develop awareness programs for individuals with higher incomes, accelerating zakat fund collection in alignment with its substantial potential.

 

Zakat adalah salah satu pilar Islam dan memiliki potensi besar di Indonesia. Namun, jumlah zakat yang terkumpul masih jauh di bawah potensinya. Ketidaksetaraan ini muncul karena banyak Muslim yang mengabaikan pembayaran zakat dan menganggapnya kurang penting. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami perilaku sosial-ekonomi dan faktor-faktor yang memengaruhi keputusan individu untuk membayar zakat. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki faktor-faktor sosial-ekonomi yang memengaruhi perilaku zakat individu. Data yang digunakan berasal dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) yang dilakukan pada tahun 2014, dengan fokus pada individu yang berusia 15 tahun ke atas. Studi ini menggunakan metodologi regresi probit untuk menguji keputusan individu tentang pembayaran zakat, dengan menggunakan STATA 17 untuk analisis. Temuan penelitian secara statistik menunjukkan bahwa individu dengan status sosial-ekonomi yang lebih tinggi memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk membayar zakat. Hal ini terlihat dari variabel sosial-ekonomi, termasuk jenis kelamin, ukuran rumah tangga, usia, kepemilikan rumah, pinjaman, tahun-tahun sekolah, pendapatan, religiusitas, dan pekerjaan, yang semuanya secara signifikan memengaruhi keputusan individu untuk berkontribusi pada zakat. Namun, variabel seperti tempat tinggal dan status pernikahan tidak secara signifikan memengaruhi keputusan individu untuk membayar zakat. Oleh karena itu, faktor-faktor sosial-ekonomi memainkan peran penting dalam merumuskan strategi untuk meningkatkan pengumpulan dana zakat. Institusi zakat dapat merujuk pada penelitian sosial-ekonomi untuk menentukan strategi mereka dalam memaksimalkan potensi zakat yang signifikan di Indonesia. Sebagai contoh, dengan melihat tingkat pendapatan, institusi zakat dapat mengembangkan program-program kesadaran untuk individu dengan pendapatan lebih tinggi, mempercepat pengumpulan dana zakat sesuai dengan potensi yang substansial.

References

Abdullah, M., & Sapiei, N. S. (2018). Do religiosity, gender and educational background influence zakat compliance? The case of Malaysia. International Journal of Social Economics, 45(8), 1250–1264. https://doi.org/10.1108/IJSE-03-2017-0091

Abdullah, N., Derus, A. M., & Malkawi, A. N. (2015). The effectiveness of zakat in alleviating poverty and inequalities: A measurement using a newly developed technique. Humanomics, 31(3), 314–329. https://doi.org/https://doi.org/10.1108/H-02-2014-0016

Afifah, I., Kurniawati, K., & Gunawan, A. H. (2021). Faktor-Faktor dalam Meningkatkan Minat Muzaki Berzakat Melalui Baznas Provinsi Bali. Maisyatuna, 2(3). https://doi.org/https://doi.org/10.53958/mt.v2i3.124

Aligarh, F. (2021). Survei Tentang Faktor-Faktor Penentu Kepatuhan Membayar Zakat di Masa Pandemi. Jurnal Manajemen Zakat Dan Wakaf, 2(1), 38–52.

Amanta, M. V., Rindayati, W., & Arsyianti, L. D. (2014). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Alokasi Infak Rumah Tangga : Studi Kasus di Desa Pasir Eurih , Kecamatan Tamansari , Kabupaten Bogor Analysis of Factors Affecting the Charity Allocation of Household : Case Study in Pasir Eurih Village , Tamansari. Jurnal Al-Muzara’ah, 2(1), 35–48.

Arsyianti, L. D., & Kassim, S. (2016). Regular charity giving behaviour among low-income households in Indonesia. Intellectual Discourse, 24(1), 133–156.

Arsyianti, L. D., Kassim, S., & Adeyemi, A. A. (2018). Debt-Taking and Charity-Giving Among Low-Income Households: Strengthening Resilience in Islamic Perspective. Journal of Islamic Monetary Economics and Finance, 4(1), 1–22. https://doi.org/10.21098/jimf.v4i1.739

Aulia, H. N. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan membayar zakat maal pengunjung mall di kota malang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 7(2).

Beik, I. S., & Alhasanah, I. M. (2012). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhitingkat Partisipasi Dan Pemilihan Tempat Berzakat Dan Berinfak. Jurnal Ekonomi & Keuangan Islam, 2(No.1), 64–75.

D’Attoma, J., Volintiru, C., & Steinmo, S. (2017). Willing to share? Tax compliance and gender in Europe and America. Research and Politics, 4(2). https://doi.org/10.1177/2053168017707151

Dianingtyas, A. (2011). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesediaan Karyawan Membayar Zakat Profesi melalui Pemotongan Gaji (Studi Kasus Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan Republik Indonesia). Media Ekonomi, 19(3), 69–92.

Ditzawa. (2023). Potensi Mencapai 327 T, Ini Tiga Fokus Kemenag dalam Pengembangan Zakat. Kemenag.Go.Id. https://kemenag.go.id/nasional/potensi-mencapai-327-t-ini-tiga-fokus-kemenag-dalam-pengembangan-zakat-LobJF

Febriyani, E. (2021). Pengaruh Sikap, Norma Subjektif, Kontrol Perilaku dan Pendapatan Terhadap Niat (Intensi) Patuh Membayar Zakat Mal’ di Lembaga Amil Zakat Yatim Mandiri Ponorogo. Muhammadiyah University of Ponorogo.

Ghaouri, M. H., Kassim, S., Othman, A. H. A., & Zakariyah, H. (2023). Behavioural Intention of Zakat Participants Towards the Zakat Fund in Morocco. ISRA International Journal of Islamic Finance, 15(1), 36–53. https://doi.org/10.55188/ijif.v15i1.484

Ghazali, R., & Ibrahim, P. (2022). Intention Determinant Factors of Muzakki to Pay Zakat During Covid 19 Pandemic 2020 in Wilayah Persekutuan. AZJAF, 3(1), 85–102.

Gujarti, D. N., & Porter, D. C. (2013). Basics Econometrics. In Introductory Econometrics: A Practical Approach (5th ed). McGraw-Hill.

Hamid, M., & Zulkifli, Z. (2018). Pengaruh Penerapan Corporate Governance (GCG) Dan Budaya Organisasi Pengelola Zakat Terhadap Motivasi Pembayaran Zakat Penghasilan Di DIY. Kajian Bisnis STIE Widya Wiwaha, 26(1), 48–68. https://doi.org/10.32477/jkb.v26i1.264

Handayani, D. F., Betavia, A. E., & Pebriyani, D. (2022). Apakah Religiusitas, Gender, Dan Tingkat Pendidikan Berpengaruh Pada Pembayaran Zakat? Jurnal Akuntansi Universitas Jember, 20(1), 33. https://doi.org/10.19184/jauj.v20i1.30994

Harmaini, Basri, Y. Z., & Arafah, W. (2023). Determinant of Interest in Paying Zakat with Age as a Moderating Variable (Study on Minang Society). ATM, 7(2), 92–104.

Huda, N., Anwari, B., & Kasman. (2013). Pengaruh Tingkat Pendidikan, Umur, Jenis Pekerjaan dan Pendapatan Terhadap Pemahaman Zakat Profesi Studi Kasus Masjid Al-Abraar Pejompongan. Etikonomi, 12(1), 24–39.

Huda, N., & Gofur, A. (2012). Analisis Intensi Muzakki dalam Membayar Zakat Profesi. Al-Iqtishad, 4(2), 217–240.

Lehrer, E. L. (2004). Religion as a determinant of economic and demographic behavior in the United States. Population and Development Review, 30(4), 707–726. https://doi.org/10.1111/j.1728-4457.2004.00038.x

Liao, L., Luo, L., & Tang, Q. (2014). Gender Diversity, Board Independence, Environmental Committee and Greenhouse Gas Disclosure. The British Accounting Review, 47(4). https://doi.org/10.1016/j.bar.2014.01.002

Mahendra, T. R., Sarah, Y., & Fitriani, G. (2021). the Influence of Perception and Attitude Toward Zakat, Infaq, and Almighty Interest in Overcoming Poverty Levels in Indonesia (Case Study in Yogyakarta). Airlangga International Journal of Islamic Economics and Finance, 4(1), 18. https://doi.org/10.20473/aijief.v4i1.25659

Mastromatteo, G., & Russo, F. F. (2017). Inequality and Charity. World Development, 96, 136–144. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2017.03.003

Maulana, R. (2020). Perilaku Individu dalam Berzakat: Pengaruh. Equilibrium, 8(1), 1–24.

Mayo, J. W., & Tinsley, C. H. (2009). Warm glow and charitable giving: Why the wealthy do not give more to charity? Journal of Economic Psychology, 30(3), 490–499.

Mubarak, M. A. R. Al, Iman, N., & Hariadi, F. W. (2021). Rekonstruksi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat (Analisis Hukum Ekonomi Syariah). Musyarakah, 1(1), 62–79.

Muthi’ah, S., Syauqi Beik, I., & Endri, D. (2021). Analisis Faktor Penentu Tingkat Kepatuhan Membayar Zakat (Studi pada BAZNAS DKI Jakarta). Iltizam Journal of Shariah Economics Research, 5(1), 48–62.

Nicholson, W., & Snyder, C. (2012). Microeconomic theory: Basic principles and extensions (11th ed). Cengage Learning.

Pindyck, R. S. , & R. D. L. (2013). Microeconomics (8th ed.). Pearson.

Puskas BAZNAS. (2023). Outlook Zakat 2023.

Qardhawi, Y. (1991). Fiqih al zakat. Muassasah ar Risalah.

Saptia, Y. (2013). Faktor-Faktor Peningkatan Usaha Perempuan Mustahik Dalam Berwirausaha. Ekonomi Dan Pembangunan, 21(2), 191–203.

Sastrawati, N. (2020). Konsumtivisme Dan Status Sosial Ekonomi Masyarakat. El-Iqthisadi : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Dan Hukum, 2(1), 17. https://doi.org/10.24252/el-iqthisadi.v2i1.14050

Sahhatih, S. I. (2007). Penerapan Zakat dalam Bisnis Modern. Pustaka Setia

Setyorini, D., & Syahlani, A. (2019). Analisis Jalur (Path Analysis) Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa. Jurnal Akuntansi Dan Manajemen, 16(02), 177–193. https://doi.org/10.36406/jam.v16i02.241

Strauss, J., Witoelar, F., & Sikoki, B. (2016). User’s Guide for the Indonesia Family Life Survey, Wave 5: Volume 2. User’s Guide for the Indonesia Family Life Survey, Wave 5: Volume 2, 2(March). https://doi.org/10.7249/wr1143.2

Sudarsono, F. (2016). Pengukuran Status Sosial Ekonomi Dan Permasalahannya*. Populasi, 1(2), 21–27. https://doi.org/10.22146/jp.10733

Taheri, M. R. (2003). The basic principles of Islamic Economy and their effects on accounting standards-setting. Accountancy, 1–7.

Watson, J., & Mcnaughton, M. (2007). Gender Differences in Risk Aversion and Expected Retirement Benefits. Financial Analyst Journal, 63(4). https://doi.org/10.2469/faj.v63.n4.4749

Wiepking, P., & Breeze, B. (2012). Feeling poor, acting stingy: the effect of money perceptions on charitable giving. International Journal of Nonprofit and Voluntary Sector Marketing, 17(1), 13–24. https://doi.org/10.1002/nvsm.415

Zunaidi, M. (2013). Kehidupan sosial ekonomi pedagang di pasar tradisional pasca relokasi dan pembangunan pasar modern. Jurnal Sosiologi Islam, 3(1), 51–64.

Downloads

Published

2023-12-30