Fiscal Policy and Zakat: Their Impacts on Poverty Reduction in Banten Province, Indonesia

Authors

  • Nursaman Universitas Serang Raya, Banten, Indonesia
  • Ahmad Lukman Nugraha STMIK Bandung, Indonesia
  • Ah. Fathonih UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Mustofa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Surya Darma Syam Universitas Serang Raya, Banten, Indonesia
  • Ihksanudin Universitas Serang Raya, Banten, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47700/jiefes.v7i1.11188

Keywords:

Fiscal Policy, Zakat, Poverty Reduction, Regional Expenditure, Banten Province

Abstract

Abstract

Poverty remains a major development challenge in Indonesia, particularly at the regional level, where disparities in income distribution and access to economic opportunities persist. In addition to government fiscal interventions, zakat has emerged as an important Islamic fiscal instrument that can support poverty reduction efforts. However, empirical evidence regarding the combined contribution of fiscal policy and zakat to poverty reduction remains limited, particularly in regional contexts. This study aims to examine the impacts of fiscal policy and zakat on poverty reduction in Banten Province. This research employs a quantitative approach using panel data from five districts/cities in Banten Province during the period 2017–2021. Fiscal policy is represented by regional government expenditure (APBD), while zakat is measured through zakat collection and distribution data. The analysis employs panel data regression techniques to estimate the effects of fiscal policy and zakat on poverty reduction. The results indicate that fiscal policy has a significant effect on poverty reduction, suggesting that regional expenditure contributes to improving welfare and reducing poverty levels. Zakat also has a significant effect on poverty reduction through its role in supporting vulnerable households and enhancing social welfare. Furthermore, fiscal policy and zakat jointly strengthen poverty reduction efforts, demonstrating that public fiscal instruments and Islamic social finance can complement one another in addressing socio-economic challenges. This study contributes to the growing literature on poverty reduction by providing empirical evidence on the role of government fiscal policy and zakat in reducing poverty at the regional level. The findings suggest that stronger coordination between government expenditure programs and zakat management institutions can improve the effectiveness of poverty reduction strategies in Banten Province and other regions with similar socio-economic characteristics.

 

Abstrak
Kemiskinan masih menjadi salah satu tantangan utama pembangunan di Indonesia, khususnya di tingkat daerah yang masih menghadapi kesenjangan pendapatan dan keterbatasan akses terhadap peluang ekonomi. Selain intervensi fiskal pemerintah, zakat juga memiliki potensi sebagai instrumen fiskal Islam yang dapat mendukung upaya pengurangan kemiskinan. Namun demikian, kajian empiris yang menganalisis kontribusi kebijakan fiskal dan zakat secara simultan terhadap pengurangan kemiskinan, khususnya pada tingkat daerah, masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan fiskal dan zakat terhadap pengurangan kemiskinan di Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel yang mencakup lima kabupaten/kota di Provinsi Banten selama periode 2017–2021. Kebijakan fiskal direpresentasikan oleh realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sedangkan zakat diukur berdasarkan data penghimpunan dan penyaluran zakat. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel untuk menguji pengaruh kebijakan fiskal dan zakat terhadap pengurangan kemiskinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan fiskal memiliki pengaruh signifikan terhadap pengurangan kemiskinan melalui peningkatan aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan program kesejahteraan masyarakat. Zakat juga memiliki pengaruh signifikan terhadap pengurangan kemiskinan melalui peningkatan kapasitas ekonomi kelompok masyarakat berpendapatan rendah dan penguatan perlindungan sosial. Selain itu, kebijakan fiskal dan zakat secara simultan memperkuat upaya pengurangan kemiskinan, yang menunjukkan bahwa instrumen fiskal pemerintah dan instrumen fiskal Islam dapat saling melengkapi dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial ekonomi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan literatur mengenai pengurangan kemiskinan dengan menghadirkan bukti empiris tentang peran kebijakan fiskal dan zakat pada tingkat daerah. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa sinergi antara program belanja pemerintah daerah dan pengelolaan zakat yang lebih efektif dapat meningkatkan keberhasilan strategi pengurangan kemiskinan di Provinsi Banten.

References

Ah. Fathonih. (2019). Zakat as an Alternative Revenue and Financing Resources for the State. Al-‘Adalah, 16(zakat), 131. https://doi.org/doi.org/10.24042/adalah.v16i1.3891

Annisa Maulidia Alfian, Muhammad Zilal Hamzah, dan A. F. (2024). Zakat Management Model: A Systematic Literature Review”. FICCOMSS, 2(ZAKAT), 1–14.

Anton Afrizal Candra. (2020). Impelementasi Pengelolaan Zakat Di Provinsi Riau Untuk Meningkatkan Ketahanan Keluarga Mustahik Dalam Perspektif Siyasah Syar’iyah. In Diseratasi (p. xii). UIN Sultan Syarif Kasim Riau.

Anton Athoillah. (2015). Zakat dan Kemiskinan, Analisis Data Panel pada Enam Provinsi di Pulau Jawa. Universitas Padjajaran.

Ariyani Widyastuti1 & Agung Nusantara. (2022). Does Fiscal Decentralization Affect Poverty? An Empirical Study. Economics Development Analysis Journal, 11 No. 3, 310. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/edaj.v11i3.56912

Boediono. (2016). Pengantar Ilmu Ekonomi No. 2 Ekonomi Makro, cetakan Kedua Puluh Delapan.

BPS. (2010). Tim Nasional Percepatan dan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Evi Aninatin Ni’matul Choiriyah, E. a. (2020). ZAKAT AND POVERTY ALLEVIATION IN INDONESIA: A PANEL ANALYSIS AT PROVINCIAL LEVEL. Journal of Islamic Monetary Economics and Finance, 6, No. 4, 814. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.21098/jimf.v6i4.1122

Faris Shalahuddin Zakiy, et al. (2024). Does Macroeconomics and Human Development Index Affect Zakat Performance? Journal of Islamic Economics and Finance Studies, Volume 5,(Zakat), 225–239. https://doi.org/DOI. http://dx.doi.org/10.47700/jiefes.v5i2.7717

Fathurrahman, A. (2012). KEBIJAKAN FISKAL INDONESIA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM : STUDI KASUS DALAM MENGENTASKAN KEMISKINAN. 13(April), 72–82.

Harahap, A. H., Lubis, D. S., & Zein, A. S. (2023). Pengaruh zakat terhadap pertumbuhan ekonomi dengan pengentasan kemiskinan sebagai variabel moderating di Provinsi Sumatera Utara. PROFJES: Profetik Jurnal Ekonomi Syariah, 1(1), 1-16.

Hardius Usman. (2021). Pengaruh Zakat, Infak Sedekah, dan Inflasi Terhadap Kemiskinan di Indonesia. JESYA, 4(ZAKAT), 846–857. https://doi.org/10.36778/jesya.v4i2.390

Harry IrawanM. Shabri Abd. MajidIsnaini Harahap. (2025). KEBIJAKAN MONETER DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM. Jurnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 10(204), 263–277.

Herlan Firmansyah. (2021). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Belanja Daerah dan Zakat terhadap Pertumbuhan Ekonomi serta Tingkat Pengangguran di Jawa Barat, (Disertasi). UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Lestari, W. I., & Busnetty, I. (2022). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemiskinan Per Provinsi di Indonesia dalam Perspektif Islam. 8(03), 3136–3144.

M. Nanang Febrianto at al. (2025). The Impact of Zakat and Macroeconomics on Poverty in Indonesia: A Panel Data Analysis of 34 Provinces. International Journal of Islamic Economics, 7 No. 2, 145. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.32332/ijie.v7i02.11243

Muhammad Kamil Husain. (2022). Model Dampak Zakat Produktif Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Berbasis Pola Hidup Sehat dan Pola Kemandirian. Universitas Trisakti,.

Muslaim Ridlo’i dan Ahmad Mifdlol Muthohar. (2020). Analsisi Pengaruh Zakat, Pembiayaan Syariah dan APBN Terhadap Pengentasan Kemiskinan di Indonesia dan Malaysia. Jurnal Dinamika Ekonomi Dan Bisnis, 17 (02)(ekonomi), 123–130. https://doi.org/454829.

Nur Indah Melani AruanIrma HutagalungBonaraja Purba. (2023). ANALISIS DAMPAK TEORI KEYNES DALAM MENGATASI KRISIS EKONOMI MELALUI KEBIJAKAN FISKAL. Jurnal Ilmiah Manajemen Ekonomi Dan Akuntansi, 1(1), 4. https://doi.org/DOI: https://doi.org/XX..XXXXX/Jimea

Publikasi. (2022). Data dan Informasi Kemiskinan Provinsi Banten 2017-2021.

Reydonnizar Moenek dan Dadang Suwanda. (2019). Good Governance: Pengelolaan Keuangan Daerah.

Saleh Samsubar. (2002). . Faktor-Faktor Penentu Tingkat Kemiskinan Regional di Indonesia. Alfabeta.

Siectio Dicko Pratama. (2023). The Role of Zakat in Alleviating Multidimensional Poverty. Nternational Journal of Islamic Economics and Finance (IJIEF), 6, No. 1, 127. https://doi.org/https://doi.org/10.18196/ijief.v6i1.17006

Sri Runtiningsih, et. al. (2026). The Impact of Zakat on the Economy and Poverty in Indonesia. Journal of Islamic Economic Laws, 9 (1), 23. https://doi.org/10.23917/jisel.v9i01.10461

Wahyuni, P. (2024). Zakat and poverty alleviation in Muslim countries : A Biblioshiny application. 10(1), 205–230.

Downloads

Published

2026-06-30