Abstrak
Kinerja rantai pasok yang baik memegang peranan penting dalam memastikan ketersediaan produk/makanan
disajikan secara tepat waktu, efisien, dan berkualitas tinggi. Pada sektor industri makanan skala kecil dan
menengah (UMKM), masih banyak kendala yang menghambat optimalisasi operasional dan hasil produksi. Permasalahan ini juga ditemukan pada Nasi Oval Catering di Depok. Isu utama yang teridentifikasi meliputi
akurasi peramalan permintaan yang rendah, inkonsistensi waktu dan kuantitas pengiriman bahan baku dari
supplier, efisiensi penggunaan bahan baku yang suboptimal, proses pengemasan produk yang lambat, dan
ketiadaan sistem return yang formal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja rantai pasok secara
komprehensif menggunakan model Supply Chain Operations Reference (SCOR) dan menentukan prioritas
perbaikan dengan Analytical Hierarchy Process (AHP). Analisis berfokus pada empat proses utama, yaitu plan, source, make, dan deliver. Hasil analisis menunjukkan skor kinerja gabungan sebesar 80.03 dari 100, yang
dikategorikan sebagai “Kinerja Baik.” Proses make (Produksi) muncul sebagai aspek terkuat dengan skor tinggi
pada indikator ketepatan jadwal produksi, sementara proses plan, source, dan deliver masih berjalan suboptimal
dan memerlukan perbaikan, terutama pada akurasi peramalan permintaan dan kecepatan pengemasan produk. Aspek return tidak dianalisis karena ketiadaan sistem return yang formal. Penelitian ini merekomendasikan
peningkatan akurasi perencanaan permintaan, konsistensi evaluasi supplier, serta efisiensi logistik dan alur
pengemasan untuk meningkatkan kinerja rantai pasok secara berkelanjutan. Kata Kunci: AHP, SCOR, Rantai Pasok, Katering, UMKM