PERSPEKTIF MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI ANGKATAN 2015 UNIVERSITAS YARSI JAKARTA PUSAT TERHADAP APLIKASI CHEMICAL CASTRATION (KEBIRI) BAGI PELAKU KEKERASAN SEKSUAL ANAK DI INDONESIA DAN TINJAUANNYA MENURUT ISLAM

nisrina nurul insani

Sari


Latar belakang: Tingkah laku kriminal kekerasan seksual memiliki tingkat kuantitas yang cukup tinggi di Indonesia, dan tak jarang yang menjadi korban dalam kasus kriminalitas jenis ini adalah anak yang usianya masih dibawah umur. pada Mei 2016, Presiden Joko Widodo telah menandatangani peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) nomor 1 tahun 2016 perubahan kedua nomor 23 tahun 2002 mengenai perlindungan anak. Dalam perppu dijelaskan, pelaku tindak kejahatan seksual terhadap anak, dapat diancam dengan hukuman mati. Sementara, kebiri dengan menggunakan zat kimia dan pemasangan alat deteksi elektronik juga dapat menjadi pertimbangan hakim untuk memberikan hukuman tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif mahasiswa fakultas psikologi angkatan 2015 Universitas Yarsi Jakarta Pusat terhadap aplikasi chemical castration (kebiri) bagi pelaku kekerasan seksual anak  di indonesia dan tinjauannya menurut Islam.

Metode: metode penelitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling.

Hasil: dari 32 responden, terdapat 18 responden (56,3%) yang tidak setuju dan 14 mahasiswa (43,7%) yang setuju.

Kesimpulan: perspektif mahasiswa fakultas psikologi angkatan 2015 Universitas Yarsi Jakarta Pusat  tidak setuju terhadap aplikasi chemical castration (kebiri) bagi pelaku kekerasan seksual anak  di Indonesia. Menurut pandangan Islam, diberlakukannya kebiri kimia sebagai hukuman bagi pelaku kekerasan seksual hukumnya haram karena termasuk penyiksaan manusia dan merusak tubuh.


Kata Kunci


kebiri, chemical castration, kekerasan seksual, perspektif, psikologi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Afifah,M.R 2016 Pengaturan Hukuman Kebiri Bagi Pemerkosa Anak, Surabaya.

Humaira D, Rohmah N, Rifanda N, et al, 2015. Kekerasan Seksual Pada Anak: Telaah Relasi Pelaku Korban Dan Kerentanan Pada Anak. Jurnal Psikoislamika. 2, 5-10

Lee, J.Y., Cho, K.S., 2013. Chemical Castration for Sexual Offenders: Physician’s Views. J Korean Med Sci. 28, 171-172

Sitepu Nur Pribudiarta, 2015, Pemberatan Hukuman bagi Pelaku Kejahatan Seksual terhadan Anak, Makalah Pada Diskusi Hukum Pidana, Sanksi Kebiri: Rasional Atau Emosional, Depok

Vaillancourt S, 2012. Chemical Castration: How A Medical Therapy Becamepunishment And The Bioethical Imperative To Return To A Rehabilitative Model For Sex Offenders. Winston-Salem, North Carolina

Yesmil Anwar dan Adang, 2008. Pembaharuan Hukum Pidana, Jakarta: Grasindo. Hal 36

Anonim (2016). http://www.depkes.go.id/article/view/16051100002/menkes-pertimbangkan-efek-samping-hukuman-kebiri.html diakses pada 19 maret 2017 jam 13:02

Anonim, 2015 https://www.rappler.com/indonesia/110227-pro-kontra-hukuman-kebiri diakses 24 sep 2017 jam 21.20 di publis 22 oktober 2015


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

 


Gedung Wahidin Sudirohusodo, Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta

Jl. RS Fatmawati No 1, Pondok Labu, Jakarta Selatan

Phone: 021-7656904 ; Fax: 021-7692860