Pertanggungjawaban Pidana Korporasi PT Freeport Indonesia atas Pencemaran Sungai Aghawagon dan Otomona Akitab Limbah Tailing: Kajian Penerapan Doktrin Strict Liability

Penulis

  • Surya Insani Kamil UPN "Veteran" Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.35586/flj.v3i01.12675

Kata Kunci:

Freeport Indonesia, Pencemaran Lingkungan, Pertanggungjawaban Pidana Korporasi, Strict Liability, Hukum Lingkungan

Abstrak

Penelitian ini menganalisis pertanggungjawaban pidana korporasi PT Freeport Indonesia atas pencemaran Sungai Aghawagon dan Otomona akibat pembuangan limbah tailing, dengan menekankan penerapan doktrin strict liability sebagaimana diatur dalam Pasal 88 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH). Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis-normatif dan empiris, dengan menganalisis data kualitas air, sedimentasi, kandungan logam berat (Cu, Pb, Hg), serta dampak ekologis dan sosial terhadap masyarakat adat di Papua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan tailing PTFI menyebabkan pencemaran berat yang melampaui baku mutu lingkungan, menimbulkan kerusakan ekosistem dan hilangnya mata pencaharian masyarakat. Secara yuridis, tindakan tersebut memenuhi unsur tindak pidana lingkungan dan dapat dikenakan pertanggungjawaban pidana terhadap korporasi maupun pengurusnya, sesuai Pasal 116 UUPPLH dan PERMA No. 13 Tahun 2016. Doktrin strict liability relevan diterapkan karena adanya limbah B3 dan ancaman serius terhadap lingkungan, tanpa perlu pembuktian unsur kesalahan. Namun, implementasi hukum menghadapi hambatan struktural, teknis, dan politis, termasuk konflik kepentingan karena kepemilikan saham pemerintah dalam PTFI. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan dana jaminan lingkungan, transparansi data, dan penguatan sinergi antar-lembaga penegak hukum. Studi ini berkontribusi dalam memperkuat kerangka hukum pidana lingkungan dan menjadi preseden penting dalam akuntabilitas korporasi tambang di Indonesia.

Referensi

Artikel Ilmiah:

Alonzo, Michael, Jamon Van Den Hoek, and Nabil Ahmed, ‘Capturing Coupled Riparian and Coastal Disturbance from Industrial Mining Using Cloud-Resilient Satellite Time Series Analysis’, Scientific Reports, 6 (2016), 35129 <https://doi.org/10.1038/srep35129>

Al Fikri, M A, F U Najicha, and I G A K R Handayani, ‘Penerapan Strict Liability Oleh Perusahaan Dalam Rangka Konservasi Lingkungan Hidup Di Indonesia’, Indonesian State Law Review, 5 (2022), 1–7

Candrawati, N K A, and I G A Kurniawan, ‘Strict Liability Principles Regulation on Corporate Crimes in Environmental Pollution & Strengthening Criminal Penalties in Indonesia’, Jurnal Daulat Hukum, 8 (2025), 72–83

Fernando, Y, ‘Corporate Criminal Liability in Environmental Cases’, The International Journal of Law Review and State Administration, 3 (2025), 64–74 https://doi.org/10.58818/ijlrsa.v3i3.216

Lasmadi, S, ‘Corporate Criminal Liability on the Environmental Crime in Indonesia’, Journal of Legal, Ethical and Regulatory Issues, 24 (2021), 1

Purwanto, Edi, Rachman Sjarief, and Mohamad Zein Saleh, ‘Legal Dynamics in Environmental Accountability: A Case Study of Forest Fire Litigation in Indonesia’, International Journal of Environmental Impacts, 7 (2024), 25–30 <https://doi.org/10.18280/ijei.070103>

Rasyidi, Brahmantiyo, Gunawan Nachrawi, and Juwita, ‘The Principle of Strict Liability in Prosecuting Environmental Criminal Actions by Corporations’, Journal Humaniora: Jurnal Hukum Dan Ilmu Sosial, 1 (2023), 41–47

Triana, Anisa Putri, Gugun Gunawan, Pamahayu Prawesti, and Sugiyono, ‘Kajian Aspek Lingkungan Pemanfaatan Agregat Tailing ModADA Sebagai Material Bidang Jalan (Environmental Study on the Utilization of Tailing Aggregate ModADA as a Road Infrastructure Material)’, Jurnal Jalan-Jembatan, 38 (2021), 11–20

Wibisana, Andri G, ‘The Many Faces of Strict Liability in Indonesia’s Wildfire Litigation’, Review of European, Comparative and International Environmental Law, 28 (2019), 185–96 <https://doi.org/10.1111/reel.12284>

Wiraguna, Sidi Ahyar, ‘Metode Normatif Dan Empiris Dalam Penelitian Hukum: Studi Eksploratif Di Indonesia’, Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan Dan Hukum, 3 (2024), 58–65 https://doi.org/10.59818/jps.v3i3.1390

Buku:

Ali, Z. (2021). Metode penelitian hukum. Jakarta: Sinar Grafika.

Fajar, M, and Y Achmad, Dualisme Penelitian Hukum Normatif Dan Empiris, Cetakan IV (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2017)

Ibrahim, Johny, Teori & Metodologi Penelitian Hukum Normatif (Malang: Bayumedia, 2006)

Marzuki, Mahmud, Penelitian Hukum: Edisi Revisi (Jakarta: Prenada Media, 2017)

Muladi, D R, D D Priyatno, and S MH, Pertanggungjawaban Pidana Korporasi: Edisi Ketiga (Jakarta: Kencana, 2015)

Rahardjo, Satjipto, Penegakan Hukum Progresif (Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2010)

Soekanto, Soerjono, Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat, Edisi 1, C (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007)

Zainuddin, A. (2008). Metodologi penelitian hukum (Cet. 2). Jakarta: Prenada Media.

Website:

AEER, ‘Mimika’s Coastal Dystopia: Besieged by Freeport Indonesia’s Mine Tailings Slurry’ (Indonesia, 2018)

Ariyanti, Annisa, ‘The Threat of Tailings Waste to Humans and the Environment in Mimika Regency, Central Papua, Indonesia’, 2025 <https://www.portcityfutures.nl/news/the-threat-of-tailings-waste-to-humans-and-the-environment-in-mimika-regency-central-papua>

CNN Indonesia, ‘BPK: Kerusakan Ekosistem Akibat Freeport Tak Rugikan Negara’, CNN Indonesia, 2018 <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181022145553-92-340416/bpk-kerusakan-ekosistem-akibat-freeport-tak-rugikan-negara>

JATAM, ‘Lebih Dari 6 000 Jiwa Menderita Akibat Limbah Beracun, Freeport & Negara Hanya Peduli Cuan’, 2023 <https://jatam.org/id/lengkap.php?slug=lebih-dari-6000-jiwa-menderita-akibat-limbah-beracun-freeport-negara-hanya-peduli-cuan>

Munthe, Bernadette Christina, and Fergus Jensen, ‘Distraction or Disaster? Freeport’s Giant Indonesian Mine Haunted by Audit Report’, Reuters, 2018 <https://www.reuters.com/article/world/asia-pacific/distraction-or-disaster-freeports-giant-indonesian-mine-haunted-by-audit-repor-idUSKCN1IQ03R/#:~:text=that Freeport caused environmental damage,mining underground without environmental clearance>

News Desk, ‘Making a Fortune from Freeport Mine Tailings Waste (1/3)’, 2023 <https://en.jubi.id/making-a-fortune-from-freeport-mine-tailings-waste-1-3/#:~:text=According to the President Director,tons of tailings per day>

PT Freeport Indonesia, ‘Riverine Tailings Management’, 2025 <https://ptfi.co.id/en/riverine-tailings-management#:~:text=Riverine Tailings Management ,the Global Reporting Initiative>

PT LAPI ITB, ‘Triennial 2021–2022 External Environmental Audit: Final Report’ (Bandung, Indonesia, 2022)

Wijaya, Irsandi Rahmat, ‘Penerapan Tanggung Jawab Mutlak Dalam Perkara Lingkungan Hidup’, 2022 <https://hukumproperti.com/penerapan-tanggung-jawab-mutlak-dalam-perkara-lingkungan-hidup/>

Peraturan Perundang-Undangan:

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059)

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-31

Cara Mengutip

Kamil, S. I. (2026). Pertanggungjawaban Pidana Korporasi PT Freeport Indonesia atas Pencemaran Sungai Aghawagon dan Otomona Akitab Limbah Tailing: Kajian Penerapan Doktrin Strict Liability. Forschungsforum Law Journal, 3(01), 1–35. https://doi.org/10.35586/flj.v3i01.12675

Terbitan

Bagian

Articles