Re-concept of Indonesian Maritime Security to Establish Indonesian Sea Power
DOI:
https://doi.org/10.35586/flj.v2i03.10992Kata Kunci:
Indonesian Maritime Security, Indonesian National Ideals, Indonesian Sea Power, Maritime Security Threats, Multi Agencies Multi TasksAbstrak
Maritime security threats remain a tangible challenge for Indonesia, both in border areas and inland waters, with significant implications for the realization of national ideals and the President’s vision. Law No. 32 of 2014 mandates Bakamla RI to conduct security and safety patrols in Indonesian territorial and jurisdictional waters. However, Bakamla RI has not successfully transformed into the Indonesian Coast Guard as initially expected, raising concerns about the effectiveness of Indonesia’s maritime security system. This study employs a qualitative method using library research, collecting data from recent news and legal documents, then analyzing them through constitutional perspectives and expert theories. The findings highlight two key points: first, Bakamla RI has failed to function as a single multi-tasking agency due to limited fleet capacity, inadequate infrastructure, and the continued existence of overlapping institutions; second, Indonesia’s maritime security concept should be restructured into a coordinated multi-agency, multi-task system aligned with national values, the total people’s defense and security system, and the goal of establishing Indonesian Sea Power. In conclusion, this research underscores the urgency of re-conceptualizing maritime security through inter-agency coordination as a more realistic, constitutional, and strategic pathway to safeguard national sovereignty and strengthen Indonesia’s role as a global maritime fulcrum.
Unduhan
Referensi
Journal Article:
Marsetio. (2017). Indonesian Sea Power and Regional Maritime Security Challenges. Journal of Maritime Studies and National Integration, 1(1), 34-46.
Saragih, H. M., & Siregar, R. (2018, July). Indonesian national power to achieve the global maritime fulcrum. In 2018 3rd International Conference on Education, Sports, Arts and Management Engineering (ICESAME 2018) (pp. 47-49). Atlantis Press.
Suseto, B., Othman, Z., & Razalli, F. M. (2018). The need to reform Indonesia's maritime strategy: A review. Indonesian Journal of Geography, 50(2).
Book:
Bueger, C., & Edmunds, T. (2024). Understanding Maritime Security. New York: Oxford University Press.
IOJI. (2024). Laporan Deteksi dan Analisis Ancaman Keamanan Laut di Wilayah Perairan dan Wilayah Yurisdiksi Indonesia Periode Juni-Oktober 2024. Jakarta: Indonesia Ocean Justice Initiative.
Kurnia, A. (2022). Guarding the Sea for Our Future. Jakarta: PetroEnergy.
Latif, Y. (2020). Wawasan Pancasila. Jakarta: Mizan.
MPRRI. (2014). Bhinneka Tunggal Ika dan Integrasi Nasional. Jakarta: Pusat Pengkajian MPR RI.
Priyanto, A. et al. (2016). PEDOMAN TEKNIS PEMETAAN RENCANA ZONASI WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL PROVINSI . Jakarta: KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN.
Till, G. (2021). Seapower: A Guide for the Twenty-First Century. (A. Octavian et al., Trans.) Bogor: UNHAN RI PRESS.
Website Page:
Al-Farisi, B., & Maulana, A. (2025, January 27). 15 Kilometer Pagar Laut di Tangerang Sudah Dibongkar. Retrieved from Kompas.com: https://megapolitan.kompas.com/read/2025/01/27/17311821/15-kilometer-pagar-laut-di-tangerang-sudah-dibongkar.
Ananta, N., & Muhid, H. (2025, January 22). Polemik Pagar Laut di Tangerang: Apa Batasan, Definisi, dan Regulasi tentang Ruang Laut? Retrieved from tempo.co: https://www.tempo.co/ekonomi/polemik-pagar-laut-di-tangerang-apa-batasan-definisi-dan-regulasi-tentang-ruang-laut--1197310.
Arpandi. (2024, October 25). Kapal Coast Guard China Dua Kali Masuk Laut Natuna Utara Pekan Ini. Retrieved from cnnindonesia.com: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20241025130609-20-.1159510/kapal-coast-guard-china-dua-kali-masuk-laut-natuna-utara-pekan-ini
Arpandi. (2024, August 17). Nelayan Natuna Resah atas Kapal Ikan Asing, Harap Prabowo Turun Tangan. Retrieved from cnnindonesia.com: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20240816201131-20-.1134066/nelayan-natuna-resah-atas-kapal-ikan-asing-harap-prabowo-turun-tangan.
Hutajulu, M. (2024, September 29). Kebakaran Gedung Bakamla RI Diduga Dipicu Korsleting Listrik. Retrieved from detik.com: https://news.detik.com/berita/d-7563153/kebakaran-gedung-bakamla-ri-diduga-dipicu-korsleting-listrik.
Mawangi, G. (2024, November 18). Bakamla: Jumlah kapal untuk patroli di Natuna Utara belum ideal. Retrieved from antaranews.com: https://www.antaranews.com/berita/4475685/bakamla-jumlah-kapal-untuk-patroli-di-natuna-utara-belum-ideal.
Mubarok, A. (2025, January 15). Tidak Masuk Akal Pagar Laut Tak Diketahui, Mahfud MD: Bakamla Punya Alat Monitor Seluruh Sudut Laut Indonesia. Retrieved from sindonews.com: https://nasional.sindonews.com/read/1516547/14/tidak-masuk-akal-pagar-laut-tak-diketahui-mahfud-md-bakamla-punya-alat-monitor-seluruh-sudut-laut-indonesia-1736917312.
Sari, S. (2019, August 20). Ternyata Ada 18 Instansi Penegakan Hukum di Laut, INSA : Perlu Badan Tunggal! Retrieved from bisnis.com: https://ekonomi.bisnis.com/read/20190820/98/1138527/ternyata-ada-18-instansi-penegakan-hukum-di-laut-insa-perlu-badan-tunggal.
Regulation:
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan.
Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2025-2045.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Forschungsforum Law Journal

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Artikel ini diterbitkan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0). Pembaca bebas menyalin, mendistribusikan ulang, mengubah, dan mengembangkan materi ini dalam media atau format apa pun, untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial. Syaratnya satu, cantumkan atribusi kepada penulis dan kepada Forschungsforum Law Journal, sertakan tautan ke lisensi, dan nyatakan apabila ada perubahan.
Penulis tetap berhak menggunakan kembali artikelnya sendiri dan menyimpannya di repositori institusi atau laman pribadi tanpa masa tunggu.

