Abstract
Latar Belakang.Nyeri merupakan keluhan global yan mempengaruhi milyaran orang setiap harinya dan nyeri muskuloskeletal kronik merupakan nyeri yang sangat membebani masyarakat. Puskesmas Melati di daerah Yogyakarta adalah puskesmas dengan karakterisitik pasien yang sulit dirujuk ke pusat kesehatan yang lebih tinggi dengan kendala finansial dan tenaga yang mengantarkan pasien. Kegiatan pengabdian ini menjadi jawaban dengan memberikan pelayanan subspesialistik pada tingkat puskesmas. Metode PKM ini adalah dengan penyuluhan dan pemberian layanan intervensi nyeri dengan panduan visual dari ultrasound untuk menjangkau area ang menimbulkan nyeri kronik. Hasil. 10 pasien dengan nyeri muskuloskeletal kronik mendapatkan prosedur minimal invasif nyeri dengan indikator keberhasilan penurunan visual analague skor dari 8 ke (2-4) dan pasien juga menyampaikan kepuasan setelah mendapatkan prosedur pengurangan nyeri ini. Kesimpulan. PKM ini memberikan manfaat yang nyata tidak hanya kepada penderita nyeri muskuloskeletal kronik dan staf di puskesmas tentang alternatif tatalaksana nyeri kronik dan bagaimana menguranginya
References
Blyth, F. M., & Schneider, C. H. (2018). Global burden of pain and global pain policy—Creating a purposeful body of evidence. Pain, 159, S43–S48.
Makkiyah, F. A., Sinaga, T. A., & Khairunnisa, N. (2022). A Study from a Highly Populated Country: Risk Factors Associated with Lower Back Pain in Middle-Aged Adults. Journal of Korean Neurosurgical Society, 66(2), Article 2.
Zimmer, Z., Fraser, K., Grol-Prokopczyk, H., & Zajacova, A. (2022). A global study of pain prevalence across 52 countries: Examining the role of country-level contextual factors. Pain, 163(9), 1740–1750.
