Indonesia’s Criminal Law Policy On The Victim Of Narcotics Abuse In The Perspective Of Victimology

Vivi Ariyanti

Sari


The design constructed by the formulation in the Law No. 35 of 2009 concerning Narcotics is that addicts and victims of narcotics abuse are given punitive measures (i.e. medical rehabilitation and social rehabilitation), whereas non-addicted narcotics abuse is given a criminal penalty. Parameters of narcotic abuse victims in the Law No. 35 of 2009 are very restricted and they are difficult to prove. Therefore, in addition to using the law, law enforcement officials also use other rules to determine the parameters of victims of drug abuse. The Law No. 35/2009, and also the law enforcement officers, uses the positivist victimology paradigm that places narcotics abusers as both perpetrators of crimes and victims of their own actions (self-victimizing victims). Meanwhile, according to radical victimology paradigm, narcotics abusers belong to precipitative victims. Based on that, this study recommend that the law formulation need to be made on the definition of drug abuse victims with the concept of depenalization, i.e. future criminal law policy includes narcotics abusers into victims who are required to undergo medical and social rehabilitation.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arief, B. N. (2014). Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana (Perkembangan Penyusunan Konsep KUHP Baru). Bandung: Citra Aditya Bakti.

Arief, B. N. (2014). Masalah Penegakan Hukum dan Kebijakan Penanggulangan Kejahatan. (Vols 4). Jakarta: Kencana.

Arrigo, B. A., & Thomas J. B. (1997). "Postmodern Criminology in Relation to Radical and Conflict Criminology". Critical Criminology. (Vols. 8, No. 2. Autumn 1997).

Badan Narkotika Nasional (BNN). (2017). “Hasil Survey Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba pada Kelompok Pelajar dan Mahasiswa di 18 Provinsi Tahun 2016”. BNN bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia, from http://www.bnn.go.id/_multimedia/document/2018050

/jurnal_data_puslitdatin_bnn_2017.pdf. accessed on December 12, 2017.

Bakhri, S. (2012). Kejahatan Narkotika dan Psikotropika: Suatu Pendekatan Melalui Kebijakan Hukum Pidana. Bekasi: Gramata Publishing.

Black, H. N. (1999). Black Law Dictionary. St. Paul Mn West Publishing, Co. Minnesota.

Dignan, J., (2005). “Chapter One: Victims, Victimization and Victimology”, dalam Understanding Victims and Restorative Justice. Open University Press, https://www.mheducation.co.uk/openup/chapters/0335209807.pdf.

Echols, J. M., & Sadili, H. (1996). Kamus Inggris – Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Gosita, A. (2009). Masalah Korban Kejahatan: Kumpulan Karangan. Jakarta: Universitas Trisakti.

Gunarto, M. P. (2013). “Restrukturisasi Peradilan Pidana sebagai Upaya Mencegah Kelebihan Kapasitas Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan”.

Inaugural Professorship Speech Paper at UGM Faculty of Law, delivered in front of the Open Senate Meeting of the Council of Professors of Gajah Mada University. Yogyakarta. December 24, 2013.

Irawan, Y. K. (2017). “Fidelis Divonis 8 Bulan Penjara dan Denda Rp 1 Miliar”. Kompas.com, https://regional.kompas.com/read/2017/08/02/11564981/ fidelis-divonis-8-bulan-penjara-dan-denda-rp-1-miliar. accessed on May 30, 2018.

Iskandar, A. (2015). Jalan Lurus Penanganan Penyalah Guna Narkotika dalam Konstruksi Hukum Positif. Karawang: Tanpas Communications.

Koentjoro. (2015). “Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa”. in Sri Suryawati, Derajad S. Widhyaharto, and

Koentjoro (eds.), 2015. UGM Mengajak Raih Prestasi Tanpa Narkoba. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Mansur, D. M. A., & Gultom, E. (2008). Urgensi Perlindungan Korban Kejahatan: Antara Norma dan Realita. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Mardani. (2008). Penyalahgunaan Narkoba dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Pidana Nasional. Jakarta: Raja Grafindo.

Merriam-Webster Dictionary Online, https://www.merriamwebster.com/dictionary

Muladi. (1995). Kapita Selekta Sistem Peradilan Pidana, Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Mustofa, M. (2016). “Viktimologi Postmodern”, Simposium Nasional dan Pelatihan Hukum Pidana dan Kriminologi Ke-III. Banjarmasin: Fakultas Hukum Universitas Lambungmangkurat.

Najih, M. (2014). Politik Hukum Pidana: Konsepsi Pembaharuan Hukum Pidana dalam Cita Negara Hukum. Malang: Setara Press.

Partodiharjo, S. (2007). Kenali Narkoba dan Musuhi Penyalahgunaannya. Jakarta: Esensi.

Sahetapy, J. E. (1987). Viktimologi Sebuah Bunga Rampai. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Sholehuddin, M. (2003). Sistem Sanksi dalam Hukum Pidana: Ide Dasar Double Track System & Implementasinya. Jakarta: Raja Grafindo Persada..

Sujono, A. R., & Daniel, B. (2011). Komentar dan Pembahasan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(Vols. 1). Jakarta: Sinar Grafika.

Wilson, J. K. (2009). The Praeger Handbook of Victimology. California: ABC-CLIO.

Wolhuter, L., Olley, N., & Denham, D. (2009). Victimology: Victimisation and Victims’ Rights. New York: Routledge-Cavendish.

Yulia, R (2010). Viktimologi Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kejahatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Zikrie, I. “Korban Narkoba Seharusnya Tidak Dijebloskan ke Penjara”, CNN Indonesia, http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150516160000-12-53598/ korban-narkoba-seharusnya-tidak-dijebloskan-ke-penjara, accessed on February 9, 2016.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.