KECEMASAN TERKAIT ALAT/UNIT DIALISA PADA PASIEN GGK DI RSPAD GATOT SOEBROTO JAKARTA

Chandra Tri Wahyudi

Sari


Untuk mengobati satu pasien dengan GGK, kami menggunakan frekuensi hemodialisa yang bervariasi tergantung pada kerusakan ginjal mereka, yaitu empat sampai lima jam dalam dua sampai tiga kali seminggu. Jenis pengobatan ini dapat menyebabkan stressor bagi pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Hubungan lama Tingkat Dengan kekhawatiran laju hemodialisis terkait Peralatan / Dyalisis Satuan Pada Pasien GGK. Desain penelitian deskriptif digunakan analisis dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien GGK yang menjalani haemodialisa di unit haemodialisa RSPAD. Sampel representatif  berjumlah 131 responden. Hasil Dari hasil uji statistic didapatkan nilai P Value = 0,004 berarti P Value < 0,05, sehingga terdapat hubungan yang bermakna antara lama menjalani hemodialisa dengan tingkat kecemasan klien terkait alat/unit dyalisis pada klien gagal ginjal di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.

Kata Kunci


Lama menjalani Haemodialisa, tingkat kecemasan

Teks Lengkap:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.52020/jkwgi.v2i1.849

Article Metrics

Sari view : 159 times
PDF - 528 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats