PENERAPAN TERAPI INHALASI SEDERHANA DALAM PENINGKATAN BERSIHAN JALAN NAPAS PADA ANAK DENGAN ISPA

Siti Utami Dewi, Dinda Vania Oktavia

Sari


Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit saluran pernapasan atas maupun bawah yang menjadi salah satu penyebab kematian tersering pada anak di negara berkembang. Untuk mencegah terjadinya komplikasi diperlukan adanya upaya penanggulangan yang efektif dan efisisen. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu terapi inhalasi sederhana. Inhalasi sederhana yaitu memberikan terapi dengan uap panas yang dihirup ke dalam saluran pernafasan yang dilakukan dengan bahan dan cara yang sederhana. Tujuan studi kasus ini adalah mengidentifikasi adanya peningkatan bersihan jalan napas pada anak dengan ISPA setelah diberikan terapi inhalasi sederhana. Rancangan studi kasus ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Subjek studi kasus sebanyak dua orang klien anak dengan ISPA. Studi kasus ini dilakukan selama 3 hari dan 2 kali sehari. Setelah pelaksanaan terapi inhalasi sederhana selama 3 hari. Studi kasus ini menghasilkan adanya peningkatan bersihan jalan napas pada kedua subjek. Dari studi kasus ini bahwa terapi inhalasi sederhana cukup efektif dalam peningkatan bersihan jalan napas pada anak dengan ISPA. Saran yang dianjurkan pada keluarga yaitu diharapkan dapat menerapkan terapi inhalasi sederhana di rumah dan memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan tindak lanjut pelaksanaan penyakit ISPA.

Kata Kunci


bersihan jalan napas, inhalasi, ISPA

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Agustina, Z. A. & Suharmiati. (2017). Pemanfaatan minyak kayu putih (malaleuca leucadendra linn) sebagai alternatif pencegahan ispa: studi etnografi di pulau buru. Jurnal Kefarmasian Indonesia. 7 (2). 120-126.

Amelia, S., Oktorina, R., & Astuti, N. (2018). Aromaterapi peppermint terhadap masalah keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan nafas anak dengan bronkopneumonia. REAL in Nursing Journal (RNJ). 1 (2). 77-83

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2013). Riset kesehatan dasar: Riskesdas 2013. Jakarta: Kemenkes RI.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Riset kesehatan dasar: Riskesdas 2013. Jakarta: Kemenkes RI.

Hayati, H., Wandini, R. & Setiawati. (2015). Perbedaan pengetahuan ibu tentang inhalasi sederhana sebelum dan sesudah diberi pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi di puskesmas pasar ambon teluk betung selatan. Jurnal Kesehatan Holistik. 9 (2). 97-102.

Lebuan, A. W. & Somia, A. (2017). Faktor yang berhubungan dengan infeksi saluran pernapasan akut pada siswa taman kanak – kanak di kelurahan dangin puri kecamatan Denpasar timur tahun 2014. Jurnal Medika. 6 (6). 1-8.

Maula, E. R. & Rusdiana, T. (2016). Terapi herbal dan alternatif pada flu ringan atau ispa non-spesifik. Majalah Farmasetika. 1(2). 7-10.

Mubarak, W., Indrawati, L., & Susanto, J. (2015). Buku Ajar Keperawatan Dasar. Jakarta: Salemba Medika.

Nani, D. (2012). Terapi inhalasi sederhana. Jurnal Keperawatan. Universitas Jendral Soedirman: Purwokerto.

Rahmawati, L. (2017). Upaya mempertahankan bersihan jalan napas pada anak dengan ispa. Karya Tulis Ilmiah. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Rahajoe, N. N., Suprayitno, B., & Setyanto, D. B. (2018). Buku Ajar Respirologi Anak. (Ed. 1). Jakarta: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Wahyuningsih, S., Raodhah, S., & Basri, S. (2017). Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita di wilayah pesisir desa kore kecamatan sanggar kabupaten bima. Jurnal Higiene. 3 (2). 97-105.

Zahra & Assetya, O. (2018). Kondisi lingkungan rumah dan kejadian ISPA pada balita di Indonesia. Jurnal Ekologi Kesehatan. 16 (3)




DOI: http://dx.doi.org/10.52020/jkwgi.v5i2.3341

Article Metrics

Sari view : 461 times
PDF - 171 times

Refbacks



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats